Sejarah RUKUN : Menelusur Jejak Yang Mulai Mengabur

Lampion RUKUN (2017 - Foto : ras) SINOMANRUKUN.COM , Bintaran Kulon - Sebuah judul tulisan yang mungkin sedikit membingungkan, menga...


Lampion RUKUN
Lampion RUKUN (2017 - Foto : ras)

SINOMANRUKUN.COM, Bintaran Kulon - Sebuah judul tulisan yang mungkin sedikit membingungkan, mengabur? apa maksudnya?    


Sudah hampir 29 tahun sejak saya  menjejakkan kaki di tanah Bintaran, dan sudah sekitar 17 tahun sejak saya turut berkecimpung di sebuah organisasi kepemudaan ini, atau saya lebih suka menyebutnya, sinoman RUKUN. Selama itu pula saya diajarkan tentang bagaimana cara bermasyarakat, cara bersosial dan berbagai kegiatan positif lain, banyak hal yang saya temukan dan dapatkan dari sini, yang mungkin tidak akan saya dapatkan dari pendidikan formal. Namun selama itu pula saya kurang atau mungkin sangat kurang tahu tentang sejarah dari sinoman RUKUN itu sendiri, karena mungkin hanya terfokus dengan apa yang ada saat ini dan apa yang akan dilakukan kemudian. Lalu bagaimana awal mulanya? Bagaimana dulu berjalan? Pertanyaan demi pertanyaan akhirnya mulai timbul. 
  
  Memang sesekali saya sempat mendengar cerita tentang masa lalu sinoman RUKUN, tapi jelas tak banyak informasi yang bisa didapat. Jika generasi seusia saya saja tidak tahu, apalagi generasi berikutnya . Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengabur dan mungkin akan hilang begitu saja ditelan waktu. Akhirnya saya mencoba untuk mencari jejak yang mungkin bisa saya telusuri. Dan pada akhirnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan, yang akan sedikit saya bagi disini.

  RUKUN, pertama kali dibentuk di masa generasi Bpk. Dwijo Sudarmo (Alm), yang merupakan ayahanda dari bapak Dukuh Iriyanto, generasi pada saat itu seperti Bpk. Kamidi (Alm) , Bpk. Mejo (Alm), Bpk. Marsono, Bpk. Suko, Bpk. Madi, dan Bpk. Jimin (Alm). Pada awal mulanya, RUKUN hanya terdiri dari satu perkumpulan saja, berbeda dengan sekarang yang sudah terbagi antara kumpulan bapak-bapak RUKUN dengan pemuda/sinoman RUKUN.  Nama ini sendiri dicetuskan bertepatan dengan kumpulan yang bertempat di Rumah Bpk. Harto. Beberapa nama yang pernah menjabat sebagai ketua antara lain seperti Bpk. Dwijo Sudarmo (Alm), Bpk. Mejo (Alm), Bpk. Wagimin (Alm), Bpk. Djumbadi, dll.


Rapat rutin sinoman di masa lalu
Rapat rutin sinoman di masa lalu (1988 - Foto : Arsip sinoman)

Kelompok RUKUN mulai dibagi menjadi bapak-bapak dan sinoman bertepatan dengan Akad Nikah Bpk. Muhgiyanto, yang jatuh pada tanggal 12 - 12 - 1975. Atau dengan kata lain tugas pertama dari sinoman RUKUN saat itu adalah laden manten di tempat Bpk. Muhgiyanto. Yang menjadi ketua pertama kali adalah Bpk. Sukiman.

    
Pada masa-masa itu, pemuda dilibatkan dalam usaha pembuatan lastrade, mengurus kebun yang kini telah menjadi halaman mushola Al-Ma’arif, serta diberi beberapa ketrampilan seperti tambal ban, dll. Tidak hanya itu, para pemuda juga bergotong royong mengambil pasir kali (sungai) yang kemudian dikumpulkan didepan rumah Bpk. Jumar (Alm), untuk kemudian dijual. Hasil yang terkumpul digunakan untuk membeli kaos seragam voli.

Satu hal mungkin yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana pada masa itu pendidikan kedisiplinan dan budaya sangat ditekankan. Sinoman digembleng dan dididik menjadi pribadi yang disiplin dan menghargai satu sama lain. Selain itu sinoman diajarkan bagaimana cara laden yang benar,  tata wicara dengan bahasa jawa yang benar. Hal seperti inilah yang sangat perlu ditanamkan kepada para sinoman masa sekarang, agar norma-norma budaya tidak tergerus seiring bergantinya zaman. 

(ras/ras)

Related

Sinoman Rukun 283239146992556475

Posting Komentar

emo-but-icon

item